Tampilkan postingan dengan label Kampanye Media. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kampanye Media. Tampilkan semua postingan

11 Maret 2009

Sanggupkah Media Menjadi Saluran Informasi Masyarakat?

Media sebenarnya lahir untuk membuka informasi yang seluas-luasnya kepada masyarakat umum. Informasi yang diekpos ap saja asalkan bisa dibaca oleh semua orang baik orang tua, remaja dan anak-anak. Sebagi saluran informasi media dapat diharapkan menampilkan informasi yang sifatnya mendidik serta ditulis dengan bahasa yang ringan sehingga mudah dibaca oleh semua kalangan, kecuali media yang dibuat untuk kepentingan tertentu. Disisi yang lain media juga mampu mengembangkan media alternatif lain yang sesungguhnya lahor dari masyarakat sehingga fungsi media dapat dimengerti secara sungguh-sunguh oleh masyarakat.

Pengemasan media Lokal

Kearifan Lokal, apasih yang dimaksud kalimat tersebut? Mungkin bukan cuma saya yang bertanya tapi beberapa diantara kalian juga. Mungkin salah satu yang dimaksudkan adalah kebiasaan masyarakat yang mampu mendukung masa depan mereka, atau ...?

Kebiasaan corat_coret sangat familiar disekitar kita, seperti yang dilakukan oleh anak_anak, remaja bahkan orang dewasa. Hal itu dilakukan dengan alasan_alasan tertentu seperti: belum menemukan cara untuk menyampaikan sesuatu pada sasaran yang mereka inginkan, sekedar iseng dan lain sebagainya.

Hal seperti itu sebenarnya adalah media mereka yang sudah terbiasa digunakannya sekalipun terkadang tidak sampai pada sasaran yang tepat dan bahkan sering mendapat tanggapan yang kurang baik. Seandainya kebiasaan seperti itu bisa dikemas dengan cara yang lebih baik yang mungkin bisa diterima dimasyarakat maka akan memberikan dampak yang lebih baik pula bagi pelakunya sendiri dan juga lingkungannya.

Mural adalah salah satu contoh kemasan bagi kreaifitas corat_coret. Dengan mural keinginan bisa tersampaikan dalam sebuah cerita dalam gambar, juga kesan urakan bisa terhapuskan.

Potensi Bencana

Bali, sebuah pulau kecil yang begitu padat dengan aktifitas dunia. Namun disisi lain sumber daya masyarakat lokal belum sepenuhnya memadai untuk hal tersebut. Seperti kita lihat kenyataan sekarang lapangan kerja yang tersedia dibali cukup banyak terutama disektor pariwisata, namun kesiapan SDM lokal yang menunjang sektor trsebut belum memadai sehingga kebanyakan dari pelaku pariwisata adalah orang luar, disatu sisi masyarakat lokal bahkan jadi penonton dari pertunjukan kehidupan pariwisata.

Ketidak siapan masyarkat akan hal baru dilingkungannya memunculkan gagasan-gagasan baru bahkan kreativitas baru yang sekiranya bisa mengimbangi tingkat kebutuhannya. Banyak kreativitas yang positif muncul seiring dengan sebuah “hal baru”, tapi ada juga sebaliknya.

Aktivitas masyarakat pedesaan yang merambah hutan, penjualan lahan dan lain sebagainya adalah sekelumit gambaran ketidak siapan sumber daya manusia terhadap sebuah pembaharuan yang mana mereka juga ingin memenuhi kebutuhannya sesuai dengan gaya hidup yang tercipta dari sebuah pembaharuan.

Dari segla ketidak siapan tadi potensial sekali terjadinya “pemerkosaan”[eksploitasi] terhadap alam. Hal_hal seperti itu tepampang didepan mata kita sebagai sebuah potensi bencana dimasa mendatang.

Kearifan kita bersama sangat dibutuhkan dalam sebuah pembaharuan dengan persiapan sumber daya manusia lokal sebelum pembaharuan itu dilakukan sehingga degradasi kehidupan perekonomian lokal tidak terjadi.

10 Maret 2009

Kesadaran Sosial dan Lingkungan

Di era yang serba dimudahkan sekarang ini, orang menjadi memiliki ruang pribadi/personal dengan lebih leluasa. Gerak kehidupan perkotaan yang dinamis juga menuntut orang untuk berkonsentrasi terhadap dirinya sendiri. Akibatnya nilai individualistis menjadi meningkat, orang merasa puas dengan dirinya sendiri dan kepekaan lingkungan dan sosial pun berkurang. Orang pun sibuk berlebihan dengan diri sendiri, seraya mencari cara demi self-improvement. Ia gagal membuat batas yang jelas antara kondisi di luar diri dengan di dalam dirinya sendiri. Ia hanya mampu menghubungkan semua peristiwa yang berlangsung disekitarnya dengan kebutuhan dan hasrat masa kininya. Jarak dan keterasingan manusia dari lingkungan menjadi hal yang tidak terelakkan, dan buruknya, hal ini bisa jadi tidak disadari oleh individu itu sendiri.